YOGYAKARTA – IKPB Cabang Yogyakarta resmi melantik pengurus baru periode 2025–2027, Jumat (31/1). Kegiatan berlangsung di Grha Pandawa, Balai Kota Yogyakarta, dan dirangkaikan dengan Dialog Kebangsaan. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa, alumni, serta tamu undangan dari berbagai lapisan masyarakat.
Pelantikan Pengurus IKPB Yogyakarta Periode 2025–2027
Pelantikan pengurus dilakukan oleh perwakilan Ketua IKPB Pusat, Ahmad Fathurrohman. Rikie Febrian resmi dilantik sebagai Ketua IKPB Cabang Yogyakarta periode 2025–2027. Ia menggantikan Firmansa yang menjabat pada periode 2023–2025.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Belitung, Fedy Malonda, S.H., selaku Staf Ahli Bidang Administrasi Umum. Acara juga dihadiri perwakilan organisasi mahasiswa daerah serta alumni IKPB di Yogyakarta.
Dialog Kebangsaan Angkat Peran Mahasiswa Daerah
Momentum pelantikan semakin bermakna dengan digelarnya Dialog Kebangsaan bertema “Peran Mahasiswa Daerah dalam Memperkuat Nilai Kebangsaan di Era Demokrasi Modern.” Dialog ini menghadirkan Ketua STIA AAN Yayasan Notokusumo Yogyakarta, Happy Susanto, S.Sos., M.A., M.PA., sebagai narasumber utama, didampingi oleh Ares Faujian, M.Pd., Juara Nasional Guru Inovatif dan penerima Beasiswa AFS Global STEM Educators. Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu oleh moderator Helena Nuryatul Hafifah.
Tiga Pilar Pembangunan Bangsa
Dalam pemaparannya, Happy Susanto menegaskan bahwa kemerdekaan dan keberlanjutan bangsa tidak dapat dilepaskan dari keseimbangan antara tiga pilar utama, yakni ekologi, ekonomi, dan pengetahuan. Menurutnya, ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi yang sangat penting dalam menentukan arah pembangunan nasional.
“Mahasiswa daerah memiliki posisi yang sangat strategis, bukan hanya sebagai agen perubahan intelektual, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan identitas kebangsaan di tengah arus demokrasi modern,” ujar Happy Susanto. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus aktif mengambil peran sosial serta mengembangkan kapasitas diri sebagai calon pemimpin masa depan.
Inovasi dan Kontribusi Mahasiswa untuk Daerah Asal
Sementara itu, Ares Faujian menyoroti pentingnya inovasi dan literasi kebangsaan dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa daerah. Ia mengajak mahasiswa perantauan untuk menjadikan pengalaman akademik dan sosial di Yogyakarta sebagai bekal nyata untuk membangun daerah asal.
Komitmen Menjaga Nilai Kebangsaan
Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat melalui pengucapan sumpah jabatan menggunakan Al-Qur’an, yang dipandu oleh Ketua Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Bangka (ISBA), Ara Aryanda. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan serta penyerahan selempang jabatan kepada pengurus inti oleh para tamu undangan.
Dialog kebangsaan ini menegaskan seruan sikap agar mahasiswa daerah senantiasa menjaga nilai budaya asal, mengoptimalkan potensi diri, serta siap menjadi kader pemimpin daerah yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi organisasi maupun pembangunan daerah di masa depan.
